Buku Pedoman Kurikulum Pendidikan Tinggi Terbitan terbitan Belmawa Dikti Tahun 2014

screenshot162

Silakan unduh :

BUKU PEDOMAN KURIKULUM DIKTI 18-8-2014 FINAL REVISI

Buku Panduan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Tinggi

PANDUAN RINGKAS MENYUSUN KPT (Kurikulum Pendidikan Tinggi)

STANDAR PENDIDIKAN TINGGI 2014 ringkas

Kurikulum pendidikan tinggi sesuai KKNI 2014 pdf (materi sosialisasi 14 Agustus 2014) atau slideshare

Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 8 Tahun 2012 Tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia

Permendikbud Nomor 73 Tahun 2013 Tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan

Slide Materi Tentang Kurikulum Pendidikan Tinggi

Docfoc.com-Alternatif Penyusunan Kurikulum Merujuk KKNI LS 2013.pdf

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI

Penuhi Daya Saing Industri di Indonesia : Menristek Ingin Fokus Bangun Politeknik

38kemenristekdikti
[BANDUNG] Menteri Riset, Teknolonogi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, di antara negara-negara ASEAN, perbandingan tenaga kerja kompetitif Indonesia berada di urutan belakang setelah Singapura dan Malaysia, Data Badan Pusat Statistik per Agustus 2014 menyebutkan 9,3% pengangguran di Indonesia adalah alumni Perguruan Tinggi (PT) yang bergelar sarjana. Hal itu terjadi karena SDM yang ada tidak memiliki daya saing dan tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

Untuk itu, Nasir menuturkan kebijakan pembangunan akan fokus pada pendidikan vokasi. Dalam hal ini akan melakukan revitalisasi Politeknik. Di antaranya kurikulum yang akan disesuaikan dengan kebutuhun industri dan mendorong akreditasi yang baik (A), peningkatan kualitas laboratorium, infrastruktur serta dosen, Semuanya akan dilakukan bertahap.

“Saya berkali-kali ke Polban dan Politeknik lainya. Melihat metode pembelajar yang diajarkan. Saya percaya Politeknik akan mengubah SDM yang berkualitas dan berdaya saing. Untuk itu, kami targetkan untuk nerevitalisasi Politeknik. Tapi karena kita tidak memiliki dana yang cukup, revitalisasi ini akan dilakukan secara bertahap.” kata mantan Rektir Universitas Diponegoro (Undip) pada kunjungan kerja (Kunker) ke Politeknik Manufaktur Negeri (Polman) Bandung, Kamis(3/11).

Selanjutnya, Nasir menambahkan jumlah anggaran yang digunakan untuk merevitalisasi pendidikan vokasi sekitar Rp. 200 Miliar, dan akan terus bertambah pada 2017 nanti. Sebab target pemerintah adalah fokus pada pendidikan vokasi. Dalam hal ini Politeknik menjadi tujuan utama. Pasalnya, vokasi berperan penting dalam pembangunan ekonomi bangsa, sehingga pendapatan dan produkstifitas tenaga kerja yang rendah mengindikasikan terdapat masalah pada kesiapan tenaga kerja.

Nasir menyebutkan, pada pendidikan vokasi, mahasiswa dibimbing untuk siap terjun ke dunia kerja sesuai dengan kebutuhan industri. Pendidikan vokasi menitikberatkan pada praktik.

Dijelaskan Nasir, skema vokasi pada Politeknik yang banyak praktik mampu mendorong dan meningkatkan kompetensi daya saing bangsa. Untuk itu akan dilakukan revitalisasi D4 setara dengan strata satu (S-I) dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan industri.

Selanjutnya, lulusan Politeknik selain mendapatkan ijazah diwajibkan memiliki sertifikat keahlian untuk persaingan global.

Semisal, di negara maju seperti Australia, Jerman, dan Belanda, politeknik berada di garda terdepan dalan pembangunan ekonomi sosial. Maka, Indonesia dapat mencontoh dengan mulai mempersiapkan kualitas SDM yang sepadan melalui sertifikat.

“Target kami semua lulusanharus punya sertifikat. Ke depan kita akan menghadapi persainan global. Negara bisa maju karena Politeknik. Saya ingin menjadikan politeknik garis depan dalam perekonomian Indonesia, ” pungkasnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, segala upaya dilakukan guna meningkatkan daya serap para lulusan Perguruan Tinggi vokasi di dunia kerja. Pasalnya WorldEconomic Forum (WEF) merilis Global Competitiness Report 2016-2017, menunjukkan peringkat daya saing Indonesia turun dari posisi 37 ke 41 dari 138 negara. Hal ini terjadi karena jumlah mahasiswa vokasi Indonesia masih sangat rendah dibandingkan negara-negara lain di dunia. Indonesia hanya meiliki 222 Politeknik.

Ubah Pangdangan

Mendatang, Nasir menuturkan akan menanamkan pandangan baru guna menghilangkan anggapan bahwa Politeknik merupakan perguruan tinggi kelas dua. Untuk itu, ia akan mengubah jadwal seleksi masuk Politeknik untuk diselenggarakan bersamaan dengan SNMPTN maupun SBMPTN.

Seperti diketahui, seleksi masuk PTN dan Politeknik dilakukan secara terpisah, sehingga Politeknik sepi peminat.

“Kita akan melakukan pengabungan jadwal tes masuk Politeknik dan perguruan tinggi negeri lainnya,” kata Nasir,[FAT/A-23].

Sumber : Suara Pembaruan Jumat, 4 November 2016 Hal. 17

Lanjutkan Vokasi di Politeknik

Seleksi Masuk PT Diintergrasikan

BANDUNG, KOMPAS – Dukungan pada pendidikan vokasi terus menggaung dari tingkat pendidikan menengah atas hingga perguruna tinggi atau PT. Lulusan SMA/SMK sederajat didorong melanjutkan studi ke Politeknik. Seleksi masuk politeknik akan digabung dengan PT akademik.

Hal ini dikatakan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir di sela sela kunjungan ke Politeknik Manufaktur Negeri Bandung dan Politeknik Enjingering Indorama di Purwakarta, Kamis (3/11).

Nasir mengatakan, pilihan untuk merevitalisasi politeknik karena banyak negara maju yang baik, Bagi Indonesia, penguatan politeknik untuk menjamin tersedianya tenaga kerja berkualitas dan mendorong inovasi.

Menurut Nasir, salah satu cara untuk membuat politeknik makin jadi pilihan dengan memperbaiki dalam seleksi. Kemristek dan Dikti akan mendorong agar penerimaan mahasiswa baru di politeknik mulai tahun 2017 bisa digabungkan dalam seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN).

“Kami segera bahas integrasi seleksi masuk politeknik ke SNMPTN dengan Majelis Rektor PTN Indonesia.” kata Nasir. Politeknik dipandang sebagai salah satu pilihan yang sama baik untu mendapatkan sumber daya manusia bermutu. Kami berupaya menghilangkan label kelas dua ketika memilih Politeknik,” katanya.

Isa Setyasah Toha, Direktur Politeknik Manufaktur Negeri Bandung yang juga Ketua Forum Direktur Politeknik Negeri Indonesia, mengatakan, politeknik membutuhkan dukungan untuk sosialisasi bahwa pendidikan vokasi tidak kalah menjanjikan dibanding PT akademik. Contohnya, Polman Bandung, yang antara lain terkenal dalam pengecoran logam, mampu mengembangkan pembelajaran industri di kampus dan lulusannya terserap banyak ke industri.

Menurut Isa, integrasi seleksi masuk politeknik ke SNMPTN memungkinkan. Sebab, program diploma IV politeknik sebenarnya setara dengan S-1 yang disebut pula sarjana terapan, “Di politeknik ada program D-3 dan D-4. Yang digabung ke SNMPTN program D empatnya,” ujar Isa.

Nasir menilai, jumlah politeknik masih kurang dibanding PT akademik. Dari 4.300-an PT di Tanah Air, hanya sekitar 260 di antaranya politeknik.

Dirjen Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi, Kemristek dan Diktim Patdono Suwignjo mengatakan, kurikulum, politeknik disesuaikan dengan kebutuhan industri dan mendorong akreditasi yang baik, peningkatan mutu laboratorium, infrasruktur, serta dosen. Anggaran yang disiapkan untuk revitalisasi pendidikan vokasi di 12 politeknik sekitar Rp. 200 miliar. (ELN)

Sumber : Kompas, Jumat, 4 November 2016 hal 11.