Komposisi NIDK dengan NIDN yang Dibenarkan di Tiap Prodi

Komposisi NIDK dengan NIDN yang Dibenarkan di Tiap Prodi

Ini termasuk topik yg sering dipertanyakan dan diperdebatkan.

Agar terjadi penyesatan informasi, silakan berpedoman pada Permenristekdikti yan berlaku.

Ini sudah sangat jelas diatur dalam Permenristekdikti nomor 2 tahun 2016 tentang perubahan terhadap Permenristekdikti no.26 tahun 2015 tentang registrasi pendidik di perguruan tinggi.

Di lampiran PermenRistekDikti no. 02 Tahun 2016 bab III hal 7 dan 8 di jelaskan, penuhi yg wajib dulu, yaitu tiap prodi minimal memiliki 6 dosen NIDN yg linier ilmu dgn homebase. Setelah terpenuhi silakan rekruit NIDK utk penuhi kecukupan rasio dosen-mhs dengan perbandingan nidn 6 banding nidk 5 kecuali utk prodi kedokteran dibenarkan 5 NIDN dan 5 NIDK.

Mekanisme Pengajuan Gelar Profesor akan Dipermudah

Mekanisme Pengajuan Gelar Profesor akan Dipermudah

Senin, 29 Februari 2016 | 22:10 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER — Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi akan mempermudah mekanisme pengajuan gelar profesor dan mempersingkat prosesnya menjadi dua bulan, bahkan pengajuan tersebut bisa dilakukan melalui aplikasi dalam jaringan.

“Kalau dulu butuh waktu hingga enam tahun untuk mendapatkan gelar profesor, namun saat ini kami melakukan terobosan baru dengan mempersingkat proses pengajuan profesor maksimal hanya dua bulan saja,” kata Direktur Jenderal Sumberdaya Manusia Kemenristekdikti, Ali Gufron Mukhti di sela-sela pertemuan Rektor Perguruan Tinggi Negeri Se-Jatim di Universitas Jember, Kabupaten Jember, Senin (29/2).

Menurutnya, proses persetujuan gelar profesor yang cukup singkat tersebut tidak memengaruhi kualitas dan berbagai persyaratan untuk menjadi profesor seperti pada tahun sebelumnya.

“Dalam waktu dua bulan, calon profesor itu juga sudah bisa mengetahui apakah pengajuan itu disetujui oleh Kemenristekdikti atau tidak, dan disertai alasan apabila pengajuan itu ditolak,” tuturnya.

Ia mengatakan dosen yang mengajukan gelar profesor bisa diproses setelah mendapat persetujuan dari pimpinan perguruan tinggi setempat, kemudian pihaknya bisa memberikan hasilnya dalam waktu dua bulan.

“Terobosan mempermudah proses pengajuan profesor untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik di seluruh universitas di Indonesia karena saat ini jumlah dosen bergelar profesor masih minim yakni sekitar 5.000 orang,” katanya menjelaskan.

Dirjen yang dipanggil Ghufron itu mengatakan biasanya jumlah permohonan calon profesor setiap tahun sekitar 300 orang karena panjangnya birokrasi untuk mendapatkan gelar tersebut.

“Setelah kebijakan pengajuan profesor dipercepat menjadi dua bulan pada Desember 2015, maka jumlah pengajuan profesor meningkat hingga 200 persen yakni rata-rata terdapat 60 pengajuan profesor setiap bulannya,” ujarnya.

Ia berharap banyaknya profesor di universitas dapat meningkatkan kualitas pendidikan di masing-masing perguruan tinggi, sehingga jumlah profesor bisa terus bertambah.

Red: Yudha Manggala P Putra
Source: Antara

Kemenristekdikti akan Terbitkan Aturan Soal Dosen Berijazah S1

menristekdikti-mohamad-nasir-_170213114532-904
Menristekdikti, Mohamad Nasir

Saturday, 25 February 2017 | 20:02 WIB
Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON — Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) segera menerbitkan aturan terkait Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi tenaga dosen pada Maret 2017.

“Sudah kami siapkan mudah-mudahan pertengahan atau akhir Maret selesai kami akan tanda tangani,” kata Menristek Dikti Mohamad Nasir saat menjadi pembicara pada Tanwir Muhammadiyah di Ambon, Sabtu (25/2).

RPL adalah proses pengakuan atau capaian pembelajaran seseorang yang diperoleh melalui pendidikan formal atau nonformal dan atau pengalaman kerja ke dalam pendidikan formal. Nasir mengatakan selama ini masih ada dosen di berbagai perguruan tinggi dengan pendidikan formal strata satu (S1) yang secara akademik pendidikannya belum memenuhi syarat sebagai dosen, tapi memiliki pengalaman di bidang industri atau lainnya. “Pengalaman ada satu politeknik maritim di Semarang dengan jumlah dosen 18 orang dimana 10 orang berpendidikan S2 selebihnya D4, tapi pengalaman mereka sebagai nahkoda kapal dan punya sertifikat internasional,” katanya mencontohkan.

RPL merupakan salah satu program dari revitalisasi perguruan tinggi untuk mengembangkan pendidikan vokasi yang tengah dilakukan oleh Kemeristek Dikti yang dimulai sejak 2017 hingga 2019. Kemeristek Dikti akan merevitalisasi 12 politeknik yang ada di Tanah Air, salah satunya adalah Politeknik Negeri Ambon dengan anggaran Rp 200 miliar. Revitalisasi yang dilakukan selain tenaga dosen juga memperbaiki fasilitas laboratorium di politeknik-politeknik tersebut.

Red: Nur Aini
Source: Antara