Bekal Sukses Lulus Kuliah

Setiap tahun ada ribuan mahasiswa baru yang kuliah di perguruan tinggi baik PTS maupun PTN. Bulan Agustus-September adalah masa awal Ospek (Orientasi dan Pengenalan Kampus) bagi mahasiswa baru tersebut yang biasanya bertujuan untuk mempersiapkan mereka memahami lingkungan kampus dan sistem pendidikannya. Kegiatan Ospek ini juga diberikan untuk memperkenalkan struktur organisasi kampus, lokasi dan bangunan kampus, Unit Kegiatan kemahasiswaan (UKM), Sistem Pendidikan dan beberapa pembinaan mental lainnya. Pada tulisan ini saya hanya ingin menambahkan beberapa hal tentang “Bekal Sukses Lulus Kuliah” bagi mahasiswa baru yang mungkin belum dibahas pada kegiatan Ospek tersebut. Selain berisi tip menjadi mahasiswa, juga saya isi dengan beberapa contoh pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh mahasiswa. Tip Menjadi Mahasiswa yang Baik

  1. Ketahui Fungsi Organisasi Kampus. Mengetahui struktur organisasi dan fungsinya akan mempermudah menyelesaikan berbagai urusan perkuliahan baik bidang administrasi, keuangan dan akademik. Misal jika anda ingin mengajukan beasiswa, maka lembaga mana yang harus anda hubungi. Beberapa komponen dalam organisasi kampus yaitu: rektor, pembantu rektor (I, II, III dan IV), dekan, pembantu dekan (I, II, III), ketua jurusan/prodi, sekretaris jurusan/prodi, kepala laboratorium, BAU (Biro Administrasi Umum), BAAK (Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan), tata usaha, dosen wali dan komponen kampus lainnya.
  2. Pahami Alur Sistem Kampus. Pahami alur atau urtan setiap proses administrasi. Siklus setiap semester pasti sama yaitu dimulai dari pembayaran her-registrasi, entry matakuliah (KRS), perwalian atau persetujuan matakuliah oleh dosen wali, perkuliahan(7x), UTS (Ujian Tengah Semester), perkuliahan (7x), UAS (Ujian Akhir Semester), cetak KHS (Kartu Hasil Studi), dan kembali ke siklus registrasi. Namun beberapa program studi memiliki beberapa matakuliah seperti praktikum, kerja praktek, dan seminar yang sistem administrasinya terpisah dari universitas.
  3. Tertib Administrasi dan Keuangan. Semua proses perkuliahan akan ditentukan oleh seberapa anda tertib administrasi keuangan. Beberapa komponen pembayaran yang harus dilakukan di awal semester yaitu her-registrasi. Sedangkan pembayaran lainnya adalah DPP (Dana Pengembangan Pendidikan) dibayar pada semester awal, SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) dibayar per bulan. Biaya praktikum, dan pembayaran lainnya sesuai ketentuan administrasi keuangan universitas dan jurusan. Lunas pembayaran biasanya akan menjadi syarat untuk entry matakuliah dan mengikuti UTS dan UAS.
  4. Update Informasi. Sebisa mungkin anda selalu update informasi kampus, baik informasi kegiatan akademik maupun informasi penting lainnya. Lihat secara berkala papan pengumuman dan website kampus. Informasi yang cukup penting yang harus mahasiswa selalu ketahui yaitu: jadwal kuliah, perubahan jadwal kuliah oleh dosen, jadwal praktikum, seminar, pelatihan dan penawaran beasiswa. Beberapapenawaran beasiswa yang syaratnya begitu mudah justru biasanya diumumkan secara mendadak dengan batas waktu yang sempit.
  5. Miliki Sistem Pengarsipan. Sediakan map dan tas khusus untuk menyimpan semua berkas administrasi. Simpan di Document Keeper/Folder seperti kopi akte kelahiran, surat pemberitahuan, pengumuman/edaran, kuitansi pembayaran, KRS (Kartu Rencana Studi), KSM (Kartu Studi Mahasiswa), KHS (Kartu Hasil Studi), transkrip sementara, kopi tugas, soal ujian dan makalah. Ada baiknya anda selalu kopi setiap tugas yang anda kumpulkan untuk dipelajari sendiri dan jika ternyata tugas yang anda kumpulkan tidak sampai ke dosen karena hilang, anda bisa menunjukkan arsip tugas anda. Pengarsipan ini juga berlaku untuk sistem digital dengan menyediakan FlashDisk untuk menyimpan file presentasi dosen, tugas, dan dokumne digital lainnya.
  6. Pahami Karakter Dosen. Pahami bahwa setiap dosen memiliki karakter yang unik dan tidak sama dengan dosen yang lainnya. Beberapa dosen tidak suka dikritik di depan kelas, tetapi hanya mau ditanyain kalau di luar kelas. Beberapa dosen lebih menilai keaktifan mahasiswa di dalam kelas dibandingkan dengan ujian tulis, termasuk juga kebiasaan dosen tersebut dalam memberikan tugas dan soal ujian.
  7. Miliki Buku Teks dan Rajin Mencatat. Usahakan untuk memiliki minimal 1 buku acuan untuk setiap matakuliah sesuai dengan yang direkomendasikan oleh dosen pengajar. Sediakan juga untuk tetap mencatat apa yang dijelaskan walaupun anda telah memiliki kopi slide bahan ajar dosen. Jangan mengandalkan ingatan anda, sebaiknya tetap mencatat untuk menguatkan ingatan materi kuliah.
  8. Berlatih dan Berlatih. Mengerjakan soal latihan akan menguji kemampuan anda pada setiap matakuliah. Beberapa diktat kuliah dan buku teks menyediakan soal latihan yang bisa anda coba untuk kerjakan walaupun bukan tugas kuliah. Khusus program studi seperti teknik komputer, sediakan minimal 2 jam untuk 3-4 hari dalam seminggu untuk berlatih membuat program atau eksplorasi software aplikasi lainnya.
  9. Kerjakan Tugas dengan Ikhlas. Kerjakan setiap tugas dengan ikhlas, karena sebenarnya mahasiswa yang membutuhkan tugas untuk berlatih dan memperdalam pemhaman, bukan sang dosen. Justru kalau perlu minta dosen untuk memberi tugas agar ada selalu bahan untuk berlatih.
  10. Gunakan Manajemen Waktu. Atur pemanfaatan waktu anda untuk kuliah, mengerjakan tugas, mengembangkan minat dan hobby, bekerja, bersosialisasi dan istirahat. Jangan menunda-nunda waktu untuk mengejakan tugas setelah tugas tersebut diberikan. Kebiasaan mahasiswa dengan konsep SKS (Sistem Kebut Semalam) tidak akan membuat hasil tugas menjadi maksimal. Seringkali mahasiswa diberi waktu mengerjakan tugas 1 minggu dan 1 hari, hasilnya akan sama saja kalau mahasiswa mengerjakannya 1 malam sebelumnya. Manajemen waktu ini juga sangat penting bagi mereka yang bekerja. Jangan jadikan kesibukan bekerja sebagai alasan bagi anda untuk menjadi mahasiswa nomer 2 di kampus.
  11. Pupuk Rasa Percaya Diri. Dosen tidak lebih pintar dari mahasiswa, karena sebenarnya dosen hanya unggul lebih dahulu belajar dibandingkan mahasiswa. Dosen mungkin saja unggul di pola pikir dan kemampuan mengintegrasikan berbagai pengetahuan, namun hal itu tidak juga kemudian menjadikan mahasiswa rendah diri atau malu dalam menghadapi dosen. Hubungan dosen dan mahasiswa tidak sama dengan hubungan kyai dan santri. Belajar berkomunikasi dan etika berelasi serta konsep percaya diri, akan membantu mahasiswa menjalin relasi yang lebih baik dengan dosen pengajar.
  12. Bangun Networking Pertemanan. Ada baiknya anda punya banyak teman, baik teman 1 jurusan/prodi maupun teman kos dan beda kampus. Jangan bersikap individual dengan terlalu membatasi relasi pertemanan. Kuliah akan sulit sukses jika anda individual. Berteman dengan mahasiswa lain kampus dan lain jurusan akan memperkaya khasanah keilmuan dan pengalaman. Bentuk kelompok belajar dan diskusi untuk mempermudah anda mengerjakan tugas dan memahami berbagai matakuliah bersama-sama.

Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan Mahasiswa

  1. Jika saya tidak punya uang untuk membayar kuliah, apa yang harus saya lakukan? Jika anda tidak dapat membayar biaya kuliah karena keterlambatan kiriman uang, maka anda bisa menghadap Pembantu Dekan II untuk masalah pembayarn di fakultas, atau Pembantu Rektor II untuk pembayaran di universitas, untuk meminta dispensasi penundaan pembayaran. Namun jika masalahnya adalah kesulitan ekonomi, coba untuk rajin-rajin melihat papan pengumuman jika ada penawaran beasiswa. Tidak semua beasiswa mensyaratkan kemampuan akademik anda yang harus tinggi misal IPK harus diatas 3.0. Beberapa beasiswa memang diberikan kepada mahasiswa yang kurang mampu. Cuti kuliah adalah salah satu cara untuk mensiasati kesulitan pembayaran kuliah, walaupun cara ini akan menyebabkan anda rugi dari segi waktu penyelesaian kuliah.
  2. Ada beberapa teman yang selalu meminta kopi tugas yang akan saya kumpulkan, bagaimana seharusnya sikap terbaik saya? Beberapa mahasiswa memang sangat suka melakukan copy-paste tugas kuliah. Biasanya ada beberapa mahasiswa dalam satu kelas yang menjadi rujukan utama penyelesaian tugas kuliah tersebut. Jika anda adalah mahasiswa yang menjadi rujukan teman anda, ada baiknya untuk menyiapkan hasil pengerjaan tugas versi awal anda untuk bisa dikopi, dipelajari dan dikembangkan oleh teman-teman anda yang lain. Namun sediakan versi tugas final anda yang jauh lebih baik dari tugas kuliah yang anda berikan ke teman-teman anda. Sedangkan jika anda yang suka mengkopi tugas teman anda, sebaiknya anda belajar juga memahami bagaimana mengerjakan tugas tersebut dengan bertanya pada si nara sumber dan setelah itu berusaha untuk mengembangkan tugas tersebut sesuai versi anda.
  3. Bagaimana cara menegur seorang dosen yang salah ketika mengajar? Disinilah pentingnya memahami karakter setiap dosen, sehingga anda bisa menentukan cara berkomunikasi yang terbaik dengan dosen tersebut. Jika dosen tersebut adalah tipe orang yang terbuka, humoris dan tidak mudah sakit hati, maka anda bisa menyampaikan kritik anda di depan kelas dengan kalimat “Maaf Pak, saya belum memahami bagian (sebutkan bagian yang salah), karena menurut saya apa tidak sebaiknya (sebutkan koreksi anda).” Kemudian tutup kritik atau lebih tepatnya koreksi dengan kalimat “Mohon penjelasannya Pak, terimakasih.” Namun jika dosen anda merupakan pribadi yang tertutup, berego tinggi sehingga mudah tersinggung, cukup anda minta untuk dosen tersebut menjelaskan kembali bagian yang anda anggap salah. Biarkan si dosen berfikir dan menemukan sendiri kesalahanya. Jika ternyata jawabannya kurang memuaskan, jangan dikejar dengan pertanyaan susulan, namun temui saja si dosen di luar jam perkuliahan.
  4. Bagaimana jika dosen saya jarang masuk? Ada baiknya perwakilan dari kelas untuk menghubungi sang dosen untuk mengingatkan dengan SMS atau telpon 30 menit sebelum perkuliahan dengan mengatakan “Maaf Pak, Sesuai jadwal bapak hari ini ada jadwal mengajar jam…. di kelas kami (sebutkan), terimakasih”. Namun jika inisiatif mengingatkan dosen tidak berhasil setelah 2x pertemuan, adabaiknya menghadap ketua jurusan/prodi untuk melaporkan kondisi kelas, dengan harapan ada tindakan untuk menginatkan dosen pengajar bahkan jika perlu ada pergantian dosen. Namun jika ternyata ketua jurusan tidak cukup berdaya menghadapi dosen senior yang suka proyek dan bolos ngajar, ada baiknya anda menghubungi dosen tersebut untuk meminta materi kuliah dan tugas untuk kemudian belajar secara mandiri.
  5. Saya adalah mahasiswa yang rajin, dan bisa mengerjakan semua tugas dan ujian. namun kenapa nilai saya kok jelek? Jika pada akhir semester ternyata ada sebuah matakuliah yang nilainya tidak sesuai dengan harapan anda, ada baiknya anda mengecek terlebih dahulu nilai UTS dan UAS di arsip nilai di tata usaha atau sistem informasi kampus, untuk memastikan nilai apa yang jatuh. Kesalahan entry nilai bisa saja terjadi jika sistem entry nilai tidak dilakukan proses cross checking antara yang ada di komputer dengan daftar nilai manual. Jika ternyata memang arsip nilai berisi nilai jelek anda, ada baiknya langsung menghubungi dosen pengajar untuk meminta konfirmasi nilai yang anda peroleh. Bisa saja dosen memberi nilai jelek tersebut karena tugas yang anda kumpulkan tidak sampai ke tangan dosen. Syukur-syukur jika anda bisa mendapatkan hasil koreksi pekerjaan ujian dan tugas anda, sehingga anda tahu apakah terjadi kesalahan penilaian atau memang anda salah mengerjakan ujian atau tugas kuliah.
  6. Apa yang harus saya lakukan jika mendapatkan nilai yang jelek seperti C, D bahkan E? Walaupun C itu berarti anda lulus, ada baiknya sempatkan untuk mengulang matakuliah tersebut pada semester berikutnya, karena nilai C menyebabkan IPK (Indek Prestasi Kumulatif) anda lebih condong ke 2.0, sedangkan syarat terbaik untuk lulus S1 adalah dengan IPK diatas 2.75 (syarat CPNS) dan IPK diatas 3.0 untuk bisa melanjutkan ke S2. Sedangkan matakuliah dengan nilai D dan E memang harus diulang dengan membuat perencanaan mengulang baik pada semester pendek maupun pada semester panjang tahun berikutnya.
  7. Kenapa kok banyak sekali mahasiswa teknik informatika yang lulus lebih dari 8 semester? Kuliah itu sebenarnya relatif mudah. Total SKS sarjana strata satu sekitar 145 sks, biasanya akan habis dalam waktu sekitar 7 semester untuk masing-masing semester 24 sks. Namun ada matakuliah yang besarnya 6 sks, diselesaikan lebih dari 1 semster yaitu skripsi atau tugas akhir, jika tidak disiapkan dengan baik pada semester 6 dan 7. Molornya waktu kuliah memang paling banyak disebabkan oleh pengerjaan tugas akhir, sehingga bagi anda yang ingin lulus tepat waktu, sebaiknya persiapkan tugas akhir anda sejak dini.
  8. Saya tidak punya komputer, apa saya bisa kuliah di teknik informatika? Kepemilikan sarana komputer tidak menjamin seseorang untuk sukses kuliah di teknik informatika, karena yang paling penting disini adalah komitmen diri sendiri untuk belajar dan mengembangkan diri serta kemauan keras untuk kuliah. Banyak mahasiswa teknik informatika yang punya komputer tetapi mereka tidak bisa membuat program karena komputer hanya digunakan sebagai media hiburan seperti mendengarkan musik, nonton film, browsing, dan hal-hal lainnya yang kadangkala tidak benar-benar mendukung dia untuk meningkatkan kemampuannya dalam bidang komputer. Jika anda tidak punya komputer, maka beberapa alternatif usaha anda adalah. 1) siapkan sedikit uang untuk sewa rental komputer, walaupun cara ini kadang kala sulit karena tidak semua rental komputer menyediakan software yang anda butuhkan. 2) Bentuk kelompok belajar yang diantaanya melibatkan teman yang punya komputer, sehingga anda bisa belajar bersama dengan memanfaatkan komputer kelompok. 3) manfaatkan laboratorium komputer kampus, karena beberapa kampus menyediakan lab komputer 24 jam dan bisa dimanfaatkan diluar jam kuliah/praktikum.
  9. Bagaimana jika dosen memberikan buku kuliah dalam bahasa inggris? Hambatan utama mahasiswa pada umumnya adalah kendala bahasa. Khusus buku teknik (komputer), lebih banyak tersedia dalam bahasa inggris daripada bahasa indonesia, jadi mau tidak mau anda harus memperdalam bahasa inggris. Paksa diri anda untuk belajar bahasa inggris dengan cara menterjemahkan buku yang anda ingin pelajari. Siapkan kamus dan gunakan berbagai software pnterjemah seperti transtool atau Google Translate untuk membantu anda memahami kalimat demi kalimat. Dalam waktu 1 tahun, anda akan terbiasa membaca naskah dalam bahasa inggris walaupun anda tidak bisa aktif dalam percakapan bahasa inggris (conversation).
  10. Tugas kuliah begitu banyak, seringkali setiap dosen memberikan tugas sehingga membuat kewalahan dalam mengerjakan tugas tersebut, apa yang haru saya lakukan? Membentuk kelompok belajar akan mempermudah anda menyelesaikan semua tugas kuliah. Coba lakukan pembagian tugas untuk setiap anggota kelompok bertanggungjawab membuat penyelesaian tugas dan menjelaskan serta mendiskusikannya dengan anggota kelompok yang lain. Namun jangan lupa, setiap anggota kelompok tersebut harus mengembangkan tugas finalnya sesuai dengan pikiran masing-masing agar jangan sampai sama dengan anggota kelompok lainnya. Beberapa dosen sangat teliti untuk tugas yang bersifat plagiat dan akan memberikan nilai buruk pada anda.

Demikian tip yang bisa saya bagi pada anda sementara waktu, semoga bermanfaat bagi anda mahasiswa baru dengan persiapan awal yang baik.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/choiron/bekal-sukses-lulus-kuliah_550092d3a33311e7725114cb